Saut Boangamanalu: PPDP Harus Teliti Saat Coklit
|
Kordiv PHL Bawaslu Pakpak Bharat, Saut Boangmanalu, S.Th, MM didampingi oleh Ketua dan Anggota Panwaslu Kecamatan PGGS saat monitoring kegiatan coklit di Kec. PGGS, Selasa (21/07/2020).BAWASLUPAKPAKBHARAT, SALAK – Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat, Dan Antar Lembaga (Kordiv PHL) Bawaslu Pakpak Bharat, Saut Boangmanalu, S.Th, MM melakukan pengawasan pencocokkan dan penelitian (coklit) data pemilih di Kecamatan Pergetteng-Getteng Sengkut (PGGS), Selasa (21/07/2020).
Selain Saut, Staf PHL Bawaslu Pakpak Bharat Irwanda Solin, A.Md, Ketua sekaligus Kordiv PHL Panwaslu Kecamatan PGGS Wasinton Bancin, Koordinator Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran, Dan Penyelesaian Sengketa (Kordiv HPPS) Panwaslu Kecamatan PGGS Ediman Manik, Koordinator Divisi Organisasi Dan Sumber Daya Manusia (Kordiv OSDM) Panwaslu Kecamatan PGGS Jingar Manik, beserta beberapa Staf Panwaslu Kecamatan PGGS turut mendampingi pengawasan coklit tersebut.
Saat monitoring, alumni GMNI tersebut menyampaikan bahwa ada 2 desa yang dikunjungi.
“Tadi ada 2 desa yang kami kunjungi, yakni Desa Kecupak I dan Desa Kecupak II. Tujuannya, untuk pastikan PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) telah melakukan pencoklitan dengan teliti serta sesuai aturan, dan juga meyakini bahwa jajaran Panwaslu Kecamatan PGGS beserta PKD (Pengawas Kelurahan/Desa), selaku pengawas melaksanakan tugasnya dalam mengawasi,” katanya saat berada di Sekretariat Panwaslu Kecamatan PGGS, Selasa (21/07/2020).
Kordiv PHL saat melakukan pengawasan coklit Data Pemilih di Desa Kecupak I, Kec. PGGS, Pakpak Bharat.“Pada PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) nomor 19 tahun 2019, PPDP melakukan kegiatan coklit dengan mencatat Pemilih memenuhi syarat tetapi belum terdaftar, memperbaiki data Pemilih jika terdapat kesalahan, dan mencoret Pemilih yang telah meninggal, telah pindah domisili ke daerah lain, telah berubah status menjadi anggota TNI atau Polri, belum genap berumur 17 tahun dan belum menikah, telah dipastikan tidak ada keberadaannya, dicabut hak pilihnya, serta bukan masyarakat Pakpak Bharat,” tambah mantan jurnalis harian Waspada tersebut.
Dia juga menjelaskan bahwa dari hasil pengawasannya terdapat temuan yang nanti akan direkomendasikan.
“Saat di Kecupak I tadi, terdapat calon pemilih yang sebelumnya di TPS 1, dekat dengan tempat tinggalnya di kawasan Kecupak, kini datanya pada DP4 berpindah ke TPS 2 Nambungabuluh, yang jaraknya cukup jauh. Ini disebabkan karena penggabungan saat Pemilu 2019 lalu. Sebelumnya desa tersebut ada 3 TPS, kini hanya 2 TPS. Begitu juga saat monitoring di Desa Binangaboang kemarin, dimana terdapat data pemilih dalam satu rumah menjadi terpisah, suami di TPS 1 dan istri di TPS 2, sementara jarak TPS berjauhan. Untuk itu nanti pada saat penyusunan DPS akan kita rekomendasi agar dilakukan perbaikan terhadap kerancuan data pemilih ini, karena berpotensi kurangnya partisipasi pemilih pada saat Pilkada nanti,” jelas alumni pascasarjana Universitas HKBP Nomensen tersebut.
Beliau juga menuturkan, kesiapan PPDP sejauh ini tergolong baik. Harapannya, bagi petugas yang bekerja di tengah pandemi Covid-19 tetap memperhatikan protokol kesehatan. Selain demi menjaga kesehatan diri sendiri, mereka juga telah menjaga untuk kesehatan keluarga dan calon pemilih yang akan didatangi saat coklit.
Kordiv PHL saat melakukan pengawasan coklit Data Pemilih di Desa Kecupak II, Kec. PGGS, Pakpak Bharat.